Sebanyak 40 orang narapidana pria dan wanita Lembaga Permasyarakatan Jember, Jawa Timur, belajar memandikan jenasah secara Islam, Senin (20/2/2012). Mereka dinilai pemberani oleh Kepala Lapas Jember Harun Sulianto.
Pembimbing pelajaran memandikan jenasah adalah empat orang pegawai Kantor Kementerian Agama Jember. "Tujuan pelatihan ini adalah setelah mereka bebas, mereka menjadi orang yang berguna di masyarakat," kata Harun.
Harun mengatakan, tak semua orang berani merawat jenasah, terutama jenasah korban kecelakaan. "Mereka ini pemberani." jelasnya. Pelatihan akan berjalan selama dua hari, sampai Selasa (21/2/2012).
Ke depan, Lapas Jember juga akan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Kantor Kemenag, dan pondok pesantren, untuk melatih narapidana menjadi khotib dan imam salat Jumat. "Saya juga berencana membudidayakan buah naga di lahan seliuas dua hektare milik Lapas," kata Harun.
Khusus untuk warga binaan anak-anak dan remaja, Kamis besok, Lapas menyediakan bimbingan psikologi. Tujuannya agar para napi anak-anak dan remaja ini bisa tetap optimistis dan mampu memenej stres.
"Bagi napi pecandu narkoba, Senin pekan depan ada pelatihan selama tiga hari tentang 12 langkah agar tak kecanduan," kata Harun.
sumber : beritajatim.com
up2det 20 Feb, 2012