Celana, 3 Ia telah mendapatkan celana idaman yang lama didambakan, meskipun untuk itu ia harus berkeliling kota dan masuk ke setiap toko busana. Ia memantas-mantas celananya di cermin sambil dengan bangga ditepuk-tepuknya pantat tepos yang sok perkasa. "Ini asli buatan Amerika," katanya kepada si tolol yang berlagak di dalam kaca. Ia pergi juga malam itu, menemui kekasih yang menunggunya di